Source Image : Kompas
Online Police Indonesia - Polisi diindonesia dari tahun ke tahun semakin baik dan semakin dikenal. polisi yang dulunya hanya memakai seragam, kini polisi tanpa seragam ada diindonesia. Siapa yang tidak kenal Turn Back Crime, polisi hebat indonesia tanpa seragam yang tidak kalah dengan seragam polisi aslinya.
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mendapat apresiasi terkait pengungkapan beberapa kasus kejahatan dan kekerasan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Apresiasi tersebut diberikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam rangka HUT Bhayangkara ke-69, Rabu (1/7).
Selain AKBP Herry, Kapolda Metro Jaya juga memberikan apresiasinya kepada Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen dan belasan anggota lainnya atas pengungkapan kasus begal bersenjata api, perampokan minimarket dan sejumlah kasus lain.
Adapun apresiasi dari Irjen Tito tersebut di antaranya diberikan kepada AKBP Herry Heryawan dan jajarannya dalam pengungkapan sejumlah kasus yakni, kasus penculikan atas nama korban Thalib Abbas, pengungkapan kasus prostitusi online dengan korban Deudeuh Alfisahrin, kemudian kasus penipuan oleh warga negara Tiongkok dan Taiwan yang melanggar UU keimigrasian, dan pengungkapan kasus perampokan juragan beras dengan pelaku kelompok Madura.
Pada kasus penculikan dengan korban Thalib Abbas, AKBP Herry dibantu oleh Kanit II Jatanras Kompol Teuku Arsya Khadafi beserta anggota tim unit II Jatanras yakni, AKP Rovan; Iptu M Ridwan; Ipda Budiman; Aiptu Jakaria; Bripka Aria Sanjaya; Bripka Huntal Sibarani; Bripka Hermawan; Brigadir Eva Agustina; Brigadir Aga Puger; Brigadir Ahmad Iman; Brigadir Arief Haryudiawan; Brigadir Arvil; Brigadir Fredy Markus; Aiptu Ferry Lesmana; Brigadir Tulus; Brigadir Johan Pamungkas; Aipda Erwin Fitriadi; dan Brigadir Iksan Zulhakim.
Sedangkan pada terbongkarnya kasus penipuan oleh warga negara Tiongkok dan Taiwan yang melanggar UU imigrasi, mantan Kasubdit Resmob itu dibantu oleh Kanit III Jatanras Kompol Jerry R. Siagian beserta tim tindaknya yakni, Kompol Momo Sopandi; AKP Helmy Yuswanto; AKP Ade Rosa; Iptu Dody Fauzi; Iptu Sri Sayekti; Aiptu Nanang Abas; Aiptu Sarwono; Aiptu M Elvi; Aiptu Hary Ismanto; Aiptu Juki; Bripka Ciptoyono; Bripka Lalu Swardi; Bripka Agus Martua Siregar; Brigadir Jumianto; Brigadir Gunawan; Brigadir Puput; Brigadir Eko Nurcholis; Brigadir Komang; Brigadir Isman Bentar; Brigadir Heru Yulianto; Briptu Gelar Adi D; Briptu Bagus Kumbang; Aiptu Erwin Fitriadi; Brigadir Iksan; Aipda Eko Zulva; Brigadir Setiyono; Brigadir Wawan Susilo; Aiptu Ferry Lesmana; Brigadir Tulus; dan Brigadir Johan Pamungkas.
Yang terakhir, penghargaan diberikan atas pengungkapan kasus perampokan juragan beras dengan pelaku kelompok Madura dan kasus pengungkapan pembunuhan penyedia prostitusi online dengan korban Deudeuh Alfisahrin.
Pada dua kasus itu apresiasi diberikan kepada mantan Kasubdit Resmob yang turut dibantu oleh Kompol Budi A. Towoliu, beserta jajaran tim tindak unit II Jatanras yakni, AKP Gunardi; AKP Teja S; Aiptu MS Hidayat; Aiptu Saptono; Aiptu Sunarto; Aiptu Suwarsono; Aipda Tugiyanto; Bripka Rudi Mustopa; Bripka Heru Irawan; Bripka Bambang; Brigadir Asro Rofik; Brigadir Grahana; Brigadir Sigit; Aipda Erwin; Brigadir Iksan; Aipda Eko Zulva; Aipda Setiyono; Brigadir Wawan Susilo; Brigadir Budi Purnomo; Brigadir Abdul Wahab; Brigadir M Abdul Rozak; Brigadir Abong Leo; dan Brigadir Arbaq.
Sumber : Kriminalitas
Berikut Profil Herry Heryawan :
Herry Heryawan, SIK., MH lahir di Ambon, 23 Februari 1972. Herry Heryawan atau biasa dikenal dengan nama Herimeen, menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Ambon seiring penugasan ayahnya sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di Corps Polisi Militer di Pangdam Patimura. Dari Ambon inilah Herry Heryawan kemudian mendaftar menjadi calon Taruna Akademi Kepolisian di Semarang yang kemudian diselesaikan dengan baik selama 3 tahun tepatnya pada tahun 1996.
Karakter sebagai pribadi yang tegas sejatinya sudah melekat sejak Herry Heryawan menghabiskan masa kanak-kanaknya di Ambon, baik karena didikan ayahnya yang selalu menuntut kedisiplinan maupun lingkungan dimana ia tinggal yang mayoritas berasal dari suku Ambon. Namun demikian, pada diri Herry Heryawan masih ditemukan sisi-sisi lembut dan terkesan romantis terbukti dengan kegemarannya pada lagu-lagu lawas asing bertemakan cinta, seperti lagu Truly yang dinyanyikan artis favoritnya Lionel Richie dan Lady dari Kenny Rogers.
Dan Berikut Pendidikan Herry Heryawan :
Pendidikan dasar diawali di Sekolah Dasar Christian 2, Ambon (1979-1984), kemudian melanjutkan sekolah menengah tingkat pertama di Sekolah Menengah Pertama 2, Ambon (1984-1987) dan terakhir di Sekolah Menengah Atas 2 Ambon (1987-1991). Selepas menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas Herry Heryawan melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan tinggi tepatnya di Fakultas Ekonomi Universitas Patimura, Ambon dari tahun 1991-1993, namun karena kecintaannya pada profesi polisi sejak masa kanak-kanak, kuliah di Fakultas Ekonomi ditinggalkannya selanjutnya mendaftar menjadi calon Taruna Akademi Kepolisian pada tahun 1993.
Selepas menuntaskan pendidikan di Akademi Kepolisian Semarang pada tahun 1996, Herry Heryawan diberi kesempatan mengikuti kursus bahasa Inggris untuk tingkat perwira yang diselenggarakan di PTIK pada tahun 1999-2000, selanjutnya pada tahun 2001-2003 mengikuti pendidikan di PTIK sehingga layak menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian. Pada tahun 2010 ketika masih menjabat Kadensus Anti Teror di Polda Kepulauan Riau, Herry Heryawan berhasil lolos untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (SESPIM) Polri Lembang, Jawa Barat. Disela-sela mengikuti pendidikan SESPIM, Herry Heryawan masih tetap diberi kepercayaan oleh pimpinan Polri untuk ikut dalam operasi pemberantasan terorisme, salah satunya ketika menangkap Abu Bakar Ba’asyir di wilayah Banjar, Jawa Barat.
Kemampuan Herry Heryawan dalam mengatasi berbagai permasalahan Kamtibmas tentunya tidak diperoleh dengan mudah tetapi merupakan hasil dari berbagai tempaan di lapangan dan keikutsertaannya dalam berbagai pendidikan kejuruan, baik di dalam mapun di luar negeri, di antaranya:
- KIBI AKPOL (1996)
- Dan Pa Serse (1997)
- Lan Pa Serse (1999)
- KIBI PTIK (2001)
- Interpol Genocide Crime di Lyon Perancis (2004)
- Child Pornography Based on Computer di Hongkong (2004)
- International Law Enforcement Agency di Bangkok (2005)
- Computer Crime dan International Law Enforcement Agency di Rosswell, USA untuk program Post Management (2007)
Dan berikut Penghargaan yang didapat sampai tahun 2014 :
Apabila memperhatikan pada kesetiaanya dalam mengabdikan diri pada Polri selama bertahun-tahun serta didukung dengan kemampuannya dalam mengungkap berbagai aksi kejahatan, sudah selayaknya apabila beberapa tanda jasa dan penghargaan telah disematkan kepadanya, yaitu:
- SATYA LENCANA OPERASI KEPOLISIAN dari Presiden Republik Indonesia.
- SATYA LENCANA KESETIAAN 8 Tahun.
- SATYA LENCANA KESETIAAN 16 Tahun.
- LAW ENFORCEMENT AWARD dari APCEMEA Security Summit 2012.
- SATYALANCANA KARYA BHAKTI tahun 2012.
- SATYALANCANA JANA UTAMA tahun 2014.
Berikut pengungkapan kasus Terorisme :
Sekalipun di wilayah hukum Polda Metro Jaya Herry Heryawan kerapkali dikaitkan dengan kemampuannya dalam memberantas aksi-aksi kejahatan jalanan (street crime) namun Herry Heryawan juga dipercaya pimpinan untuk ikut terlibat dalam operasi pemberantasan terorisme. Beberapa operasi pemberantasan terorisme yang pernah diikuti adalah:
- Penyidikan kasus pengeboman Hotel JW Marriot pada tahun 2009, Pada operasi ini berhasil ditangkap pelaku utama pengeboman di Jati Asih (Agustus 2009) dan Kelompok Ibrahim (Agustus 2009).
- Terlibat dalam penangkapan gembong teroris yang paling dicari yaitu Noordin M. Top di Solo (Agustus 2009)
- Terlibat dalam pengungkapan aktivitas pelatihan terorisme di Aceh pada tahun 2010
- Terlibat dalam penangkapan pemimpinan Jamaah Islamiyah Indonesia Abu Bakar Ba’asyir di Banjar Jawa Barat Agustus 2010.
- Terlibat dalam penyergapan kelompok Kodrat (Mujahidin Indonesia) yang melakukan Pencurian dengan kekerasan toko emas di Bekasi tahun 2013.
- Terlibat dalam penyergapan kelompok Abu Roban (Mujahidin Indonesia Bagian Barat), di Kendal 2013.
- Terlibat dalam penumpasan aksi teroris yang dilakukan secara terpadu, dimulai dari:
- Penyelidikan kasus bom di Vihara Ekayana Jakarta Barat.
- Terlibat dalam kasus Pencurian dengan kekerasan Bank BRI di Panongan Tangerang.
- Terlibat dalam penangkapan aktor utama terkait peristiwa di atas yaitu Kelompok Nurul Haq diikuti dengan penembakan di lokasi kejadian di Ciputat, pada 31 Desember 2013.
Sumber : Wikipedia