Herry Heryawan 303 Pemberantas Judi Serta Kepiawaiannya

 


Kepiawaian Herry Heryawan 303 Pemberantas Judi dan Kasus Terorisme yang Ditanganinya

Sepak terjang Brigjen Herry Heryawan 303 dan terorisme merupakan sebagian tugas yang sukses dijalankan oleh beliau. Tidak hanya itu, polisi yang dikenal dengan nama Herimen ini juga dikenal garang dalam setiap aksinya.

Mengenal Sosok Herry Heryawan

Sebelum Herimen menjadi Dir Sidik Densus 88 Antiteror, pada tahun 2016 beliau pernah menjadi Kapolresta Depok dan Wadirreskrimum Polda Metro Jaya di tahun yang sama.

Kemudian pada tahun 2017 Herimen juga pernah menjabat sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88. Dan pada tahun 2019 beliau sempat menduduki jabatan sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Herry Heryawan Judi Ikut Serta dalam Pemberantasan Terorisme

Pria kelahiran 23 Februari 1972 ini menghabiskan masa kanak-kanaknya di Ambon dan memiliki karakter yang terbentuk dengan baik berkat didikan dari ayahnya.

Disiplin merupakan satu hal yang selalu diajarkan sehingga Herimen sukses dalam menangani berbagai kasus besar di Indonesia. Tidak hanya satu, ada beberapa kasus operasi dalam memberantas terorisme yang pernah ditanganinya, diantaranya adalah:

Operasi Pemberantasan Terorisme yang Ditangani Herry Heryawan Judi Pada Tahun 2009

Salah satu kasus yang terkenal pada tahun 2009 adalah peristiwa pengeboman yang terjadi di Hotel JW Marriot.

Pada operasi pemberantasan terorisme tersebut, Herimen dan rekan yang bertugas akhirnya berhasil menangkap pelaku utama pengeboman Perumahan Puri Nusaphala di Jatiasih pada bulan Agustus 2009.

Selain itu, di bulan yang sama, Herry Heryawan judi juga ikut terlibat dalam menangani kasus penangkapan gembong teroris di Solo yang paling dicari saat itu yaitu Noordin M. Top.

Operasi Pemberantasan Teroris Tahun 2010

Pada tahun berikutnya, Herimen juga ikut terlibat dalam operasi yang mengungkap aktivitas pelatihan terorisme yang terjadi di Aceh.

Selain itu, di bulan Agustus 2010 polisi garang ini juga ikut serta dalam penangkapan pemimpin Jamaah Islamiyah Indonesia yang bernama Abu Bakar Ba’asyir di Banjar, Jawa Barat. 

Operasi Pemberantasan Teroris Tahun 2013

Brigjen Herry Heryawan juga kerap ikut serta dalam penumpasan aksi teroris yang terjadi di tahun 2013. Salah satunya adalah aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Toko Emas di Bekasi.

Aksi brutal tersebut dilakukan oleh kelompok Kodrat (Mujahidin Indonesia) yang kemudian berhasil disergap oleh pihak kepolisian.

Herimen juga ikut serta dalam penyergapan kelompok Mujahidin Indonesia Bagian Barat atau kelompok Abu Roban di Kendal, Jawa Barat.

Masih banyak aksi yang dilakukan Herry Heryawan judi dalam memberantas terorisme yang dilakukan secara terpadu di tahun 2013 ini, diantaranya adalah: 

- Penyidikan kasus bom yang terjadi di Vihara Ekayana Jakarta Barat. Aksi peledakan bom rakitan ini diduga terkait jaringan terorisme Abu Umar.

Merupakan teroris yang telah ditangkap beberapa tahun yang lalu terkait kasus pasokan senjata dari Filipina yang digunakan untuk aksi teror. Ledakan di Vihara Ekayana ini diduga dilakukan oleh anggota yang baru saja direkrut oleh jaringan tersebut.

Ini terlihat dari gagalnya bom yang meledak, bahkan yang di pintu masuk vihara hanya mengeluarkan asap.

Ditengarai, anggota jaringan yang beraksi masih baru belajar sehingga bom yang memiliki daya ledak rendah tersebut membuat bangunan vihara tetap berdiri dan tidak mengalami kerusakan yang parah. .

- Herimen ikut dalam pengungkapan aksi pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Bank BRI Panongan Tangerang.

- Pada bulan Desember 2013, ikut serta dalam penangkapan aktor utama kelompok Nurul Haq yang diikuti dengan aksi penembakan di lokasi kejadian yaitu Ciputat.

Dalam menghadapi setiap kasus, Brigjen Herry Heryawan 303 serta aksi terorisme selalu ditangani dengan sungguh-sungguh sehingga membuahkan hasil yang tidak mengecewakan.


0 komentar:

Posting Komentar